Lurah Untung Efendi S.Sos Apresiasi Ketua MPA Yustanto yang Lima Hari Berjibaku Padamkan Karhutla Tanjung Palas

DUMAI,Suryapublik.com-Kebakaran lahan di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, telah memasuki hari kelima. Lebih dari 10 hektar lahan gambut dan semak belukar terbakar, sementara beberapa titik masih mengeluarkan asap tebal akibat api bawah permukaan yang sulit dikendalikan.(14/11/2025)

Meski sarana sangat terbatas, Masyarakat Peduli Api (MPA) Tanjung Palas tetap menunjukkan semangat luar biasa. Para relawan bekerja menggunakan mesin alkon terbatas, selang pendek, dan perlengkapan keselamatan seadanya.

Ketua MPA Tanjung Palas, Yustanto, menjelaskan bahwa kondisi di lapangan sangat berat, terutama menghadapi karakteristik lahan gambut

Kami bekerja dengan fasilitas terbatas, tapi ini tanggung jawab kami sebagai warga. Kebakaran sudah lebih dari 10 hektar dan masih mengeluarkan asap. Kami terus berusaha semampu yang ada,” ujar Yustanto di lokasi.

Relawan MPA bekerja bahu-membahu bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, TNI–Polri, serta warga sekitar untuk mencegah api bergerak ke arah permukiman. Cuaca panas dan angin kencang turut memperberat proses pemadaman.

Lurah Tanjung Palas, Untung Efendi, S.Sos, turut turun langsung ke lokasi memantau perkembangan kebakaran. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua MPA dan seluruh relawan yang telah berjibaku siang dan malam selama lima hari.

“Saya sangat mengapresiasi Ketua MPA Yustanto dan seluruh tim. Dengan fasilitas seadanya, mereka tetap menjadi garda terdepan melindungi warga dan lingkungan. Pengabdian ini sangat luar biasa,” ujar Lurah Untung Efendi.

Dukungan tambahan datang dari Ketua Manggala Agni, Ismail Hasibuan, S.Hut, yang meninjau langsung lokasi kebakaran. Ia menegaskan perlunya peningkatan fasilitas untuk MPA agar penanganan Karhutla dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Selain itu,kepala Manggala Agni serta perangkat daerah membantu suplai logistik untuk mendukung para relawan yang sudah bekerja tanpa henti sejak hari pertama kejadian.

“Kami berharap pemerintah dapat memberikan peralatan lebih memadai kepada MPA, karena mereka adalah ujung tombak dalam penanganan Karhutla,” tambah Hasibuan.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih berlangsung dan tim gabungan terus berupaya memastikan tidak ada titik api baru di area tersebut.(RIA)