BANDUNG,Suryapublik.com-Suasana Sebanyak kurang lebih 100 siswa dan 18 staf pendidik LEMDIKLAT Taruna Nusantara Indonesia mengikuti kegiatan On Job Training (OJT) dan Pembaretan Polisi Taruna (Poltar) yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Mei 2026, di kawasan Gunung Putri dan Upas Hill, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Kegiatan yang menjadi bagian dari pembinaan karakter, kepemimpinan, dan regenerasi taruna ini dihadiri oleh Pendria Masdi, S.Pd., selaku Kepala Sekolah, Kepala LEMDIKLAT sekaligus Pendiri SMA Taruna Nusantara Indonesia, Kepala PAM, serta didukung pengamanan dari Polisi Militer dan armada transportasi dari PUSDIKPAL.
OJT tahun ini menjadi momentum penting dalam proses serah terima kepemimpinan dan tanggung jawab dari siswa kelas XII kepada siswa kelas XI. Melalui kegiatan tersebut, para taruna dibekali berbagai materi kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama tim, serta pembentukan mental sebagai calon pemimpin masa depan.
Sementara itu, prosesi Pembaretan Poltar menjadi puncak kegiatan yang menguji ketahanan fisik dan mental para peserta. Dalam rangkaian tersebut, para taruna melakukan pendakian menuju dua puncak, yakni Puncak Gunung Putri dan Upas Hill. Medan yang cukup menantang menjadi simbol perjuangan serta penguatan karakter agar para siswa memiliki semangat juang, disiplin, dan daya tahan yang tinggi.
Pendria Masdi, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan OJT dan Pembaretan Poltar merupakan bagian penting dari sistem pendidikan yang diterapkan LEMDIKLAT Taruna Nusantara Indonesia dalam membentuk generasi muda yang unggul dan berkarakter.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, disiplin, serta semangat pantang menyerah kepada para taruna. Mereka adalah calon pemimpin masa depan yang harus siap menghadapi berbagai tantangan dan mampu menjadi teladan bagi masyarakat,” ujar Pendria Masdi.
Ia menambahkan bahwa proses regenerasi kepemimpinan dari kelas XII kepada kelas XI bukan sekadar serah terima jabatan, tetapi juga transfer nilai, pengalaman, dan tanggung jawab yang harus dijaga oleh setiap taruna.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengambil pelajaran berharga dari kegiatan ini. Jiwa korsa, kebersamaan, loyalitas, dan rasa tanggung jawab yang terbentuk selama kegiatan harus terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat,” tambahnya.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat. Dukungan dari seluruh unsur pendidikan, pengamanan, serta para pembina membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar hingga prosesi pembaretan selesai dilaksanakan.
Melalui kegiatan OJT dan Pembaretan POLTAR ini, LEMDIKLAT Taruna Nusantara Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang unggul secara akademik, tangguh secara mental, kuat dalam karakter, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan nasionalisme yang tinggi.
(Angga)








