Sumbar,Suryapublik.com-Kamang Magek, AMC – Bupati Agam, Ir H Benni Warlis MM, Dt Tan Batuah, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Bendera Peringatan Perang Kamang ke-118 Tahun 2026, di Halaman Kantor Camat Kamang Magek, Senin (15/6).
Dalam amanatnya, Bupati Benni Warlis menyampaikan bahwa peringatan Perang Kamang bukan sekadar mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi mempertahankan harga diri, adat, dan agama dari penindasan kolonial.
Dikatakan, bulan Juni merupakan bulan bersejarah bagi masyarakat Agam. Selain Perang Kamang, pada waktu yang sama masyarakat juga memperingati Perang Manggopoh yang sama-sama terjadi pada tahun 1908 sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan kolonial Belanda, khususnya penerapan pajak tanah atau belasting.
“Perang Kamang membuktikan kuatnya sinergi ulama, ninik mamak, dan cadiak pandai dalam menggerakkan masyarakat untuk mempertahankan nilai-nilai adat dan agama. Sementara Perang Manggopoh menunjukkan ketangguhan perempuan Minangkabau dalam membela kehormatan bangsa,” ujar Bupati.
Menurutnya, semangat perjuangan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
Jika dahulu para pejuang melawan penjajahan, maka saat ini masyarakat menghadapi tantangan berupa kemiskinan, kebodohan, penyalahgunaan teknologi, serta ancaman narkoba yang dapat merusak masa depan generasi bangsa.
Bupati mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Agam untuk menjadi pewaris semangat Kamang dengan menjunjung tinggi nilai religiusitas dan kepatuhan terhadap ajaran agama, serta menjadi pewaris semangat Manggopoh dengan menumbuhkan keberanian, kerja keras, dan semangat inovasi.
“Pemkab Agam akan terus berupaya mewujudkan pembangunan yang berkeadilan. Namun semua itu hanya dapat dicapai melalui persatuan, kerja sama, dan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh peserta upacara untuk mendoakan para syuhada Perang Kamang dan Perang Manggopoh yang telah berjasa dalam perjuangan melawan penjajahan.
(Fahri)








