BUSER Kembali Menggema di Dumai, Satukan Seniman dan Generasi Muda dalam Semangat Berkarya

DUMAI – Setelah sempat vakum dalam beberapa tahun terakhir, Bulan Seni Rakyat (BUSER) kembali aktif sebagai wadah seni dan budaya yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Dumai. Kegiatan yang digelar di Taman Bukit Gelanggang, Sabtu malam (20/6/2026) ini berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari para seniman, komunitas seni, serta masyarakat yang hadir di Kota Dumai.

BUSER merupakan wadah seni dan budaya yang didirikan pada tahun 2015 oleh Zulkifli dengan tujuan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya daerah. Selain menjadi panggung ekspresi, BUSER juga diharapkan menjadi tempat belajar, berkreasi, serta mempererat silaturahmi antar pelaku seni dan masyarakat umum.

Pendiri BUSER, Zulkifli, mengatakan bahwa kembalinya kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali semangat berkesenian di Kota Dumai. Menurutnya, BUSER hadir untuk semua kalangan tanpa membedakan latar belakang maupun jenis kesenian yang ditampilkan.

“Bulan Seni Rakyat ini terbuka untuk semua kalangan. Jenis kesenian apa pun tidak dibatasi. Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai rumah bersama bagi para seniman, komunitas, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap seni dan budaya,” ujarnya.

Ke depan, BUSER direncanakan akan kembali dilaksanakan secara rutin setiap bulan sebagai upaya menghidupkan geliat seni dan budaya di Kota Dumai. Untuk pelaksanaan perdana setelah kembali aktif, panitia memberikan kesempatan kepada 12 penampil untuk mengisi acara mengingat kegiatan difokuskan hingga pukul 22.00 WIB.

Kegiatan yang diketuai oleh Anil Kapur selaku Ketua Pelaksana ini turut mendapat dukungan dari Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Dumai, Agus Gunawan, S.Sos, yang hadir bersama istri serta para panitia dan tamu undangan lainnya. Dukungan tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendorong tumbuh dan berkembangnya kegiatan seni budaya di tengah masyarakat.

Acara diawali dengan doa yang dipimpin oleh Sunarto, kemudian dilanjutkan dengan penampilan pembuka dari Zahira Modeling yang membawakan pertunjukan bernuansa musik Minang. Penampilan tersebut berhasil memukau para penonton dan menjadi pembuka yang meriah sebelum dilanjutkan oleh berbagai sanggar seni, komunitas, dan kelompok kesenian lainnya.

Sepanjang acara,MC Nafidzah,Aini Tanjung dan Rafsi Abrori sukses memandu jalannya kegiatan dengan penuh semangat. Berbagai penampilan seni yang disuguhkan berhasil menghibur dan memukau masyarakat yang hadir. Mulai dari tarian tradisional, seni musik, modeling, hingga berbagai bentuk kreativitas lainnya mendapat apresiasi dan tepuk tangan meriah dari para penonton.

Dalam kesempatan tersebut, Anil Kapur berharap seluruh pihak, baik pemerintah, komunitas, pelaku seni, maupun masyarakat luas dapat terus memberikan dukungan agar BUSER tetap berjalan dan berkembang.

“BUSER adalah milik masyarakat Kota Dumai. Kami berharap semua pihak dapat bersama-sama mendukung kegiatan ini agar terus menjadi ruang kreativitas, pembelajaran, dan pelestarian seni budaya di Kota Dumai,” ujarnya.

Kembalinya BUSER menjadi bukti bahwa seni dan budaya di Kota Dumai terus hidup dan berkembang. Antusiasme para pelaku seni, komunitas, dan generasi muda menunjukkan bahwa ruang ekspresi seperti ini masih sangat dibutuhkan sebagai wadah untuk berkarya sekaligus menjaga warisan budaya daerah.

Kegiatan berlangsung sukses, tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan. Di penghujung acara, seluruh peserta, panitia, tamu undangan, dan masyarakat yang hadir melakukan sesi foto bersama. Suasana semakin semarak ketika seluruh hadirin secara kompak mengumandangkan yel-yel:

“Mari kita lestarikan seni budaya Kota Dumai bersama BUSER! Jaya… Jaya… Jaya!”

Yel-yel tersebut menggema di kawasan Taman Bukit Gelanggang sebagai simbol semangat bersama untuk menjaga, mengembangkan, dan melestarikan seni budaya daerah. Dengan kembali aktifnya BUSER, diharapkan semakin banyak seniman, budayawan, komunitas, dan generasi muda yang terlibat dalam mengembangkan kekayaan seni budaya Kota Dumai sehingga dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.

(Ria)