DUMAI,Suryapubik.Com-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kota Dumai. Kali ini, kebakaran melanda kawasan Jalan Sungai Tawar RT 013, Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, Minggu (9/8/2026).
Lahan masyarakat yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 5 hektare. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, lokasi kebakaran merupakan lahan dengan jenis tanah mineral dan vegetasi berupa semak belukar.
Babinsa Kelurahan Batu Teritip, Sertu Miftah, bersama personel gabungan langsung melakukan verifikasi, pemadaman dan pendinginan di lokasi. Tim yang terlibat terdiri dari satu personel TNI, satu personel Polri, lima personel RPK PT Diamond Timber Raya serta satu orang masyarakat.
Untuk mendukung proses pemadaman, petugas mengerahkan enam unit kendaraan roda dua dan satu unit mesin mini striker milik PT Diamond Timber Raya.
Dandim 0320/Dumai, Letkol Arm Herman Santoso, S.E., S.Hub.Int., M.H.I., mengatakan penanganan Karhutla harus dilakukan secara cepat, terutama saat kondisi lahan masih mengeluarkan asap.
“Setiap informasi terkait Karhutla harus segera ditindaklanjuti. Personel di lapangan kita minta melakukan verifikasi, pemadaman dan pendinginan secara maksimal agar api tidak kembali membesar dan meluas,” ujar Herman Santoso.
Ia menegaskan, sinergi antara TNI, Polri, perusahaan, masyarakat dan unsur terkait menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran meluas.
“Kondisi di lapangan memang memiliki sejumlah kendala, seperti sumber air yang terbatas, angin kencang, jarak lokasi yang cukup jauh dan keterbatasan jaringan komunikasi. Namun, penanganan tetap harus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel,” katanya.
Berdasarkan pemantauan terakhir, kondisi di lokasi masih mengeluarkan asap tipis. Sumber air untuk proses pemadaman berasal dari parit berukuran sekitar 2 x 2 meter. Sementara pemilik lahan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Lokasi kebakaran diperkirakan berjarak sekitar 82 kilometer dari Makoramil Sungai Sembilan. Meski jaraknya cukup jauh, personel gabungan tetap melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala.
Dandim juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap di kawasan yang rawan Karhutla.
“Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat. Segera laporkan jika menemukan indikasi kebakaran agar bisa ditangani sedini mungkin,” pungkasnya.
(Ria)












