BENGKALIS,Suryapubik,Com-Kodam XIX/Tuanku Tambusai melalui jajaran Kodim 0303/Bengkalis bersama tim terpadu terus memperkuat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di delapan titik wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti, Riau, Kamis (10/9/2026).
Di Kabupaten Bengkalis, penanganan dilakukan di lima titik, yakni Pematang Pudu, Pangkalan Libut, Buluh Apo, Tasik Serai Timur, dan Tanjung Leban. Sementara di Kabupaten Kepulauan Meranti, upaya pemadaman berlangsung di Desa Gemala Sari, Sungai Anak Kamal, dan Renak Dungun.
Kondisi lapangan masih cukup menantang. Api sempat kembali muncul di sejumlah lokasi, sementara kepulan asap masih ditemukan pada lahan gambut yang kering. Cuaca panas, angin kencang, serta keterbatasan sumber air turut memperberat proses pemadaman dan pendinginan.
Di Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang, tim menghadapi area terdampak sekitar 80 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 26 hektare telah berhasil ditangani, sementara upaya pemadaman masih terus dilakukan pada area lainnya. Tim juga mengerahkan alat berat untuk membuat embung sebagai sumber air pendukung.
Petugas gabungan turut membuka jalur darurat dengan menebas semak dan ranting agar peralatan pemadaman dapat menjangkau lokasi. Penyekatan juga dilakukan pada titik-titik tertentu guna mencegah api merambat lebih luas.
“Pemadaman terus dilakukan pada titik api dan asap yang masih ditemukan. Fokus kami adalah mencegah api meluas, sekaligus memastikan area yang telah dipadamkan benar-benar aman melalui proses pendinginan,” ujar salah seorang personel TNI di lapangan.
Penanganan Karhutla melibatkan unsur TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah daerah, perusahaan, serta masyarakat.
Sinergi lintas sektor terus diperkuat untuk mempercepat pengendalian Karhutla, memastikan titik-titik yang telah ditangani tidak kembali terbakar, serta mengantisipasi munculnya titik api baru. (pendam19)
(Ria)












