Hari Keempat Penanganan Karhutla di Bangsal Aceh, Kodim 0320/Dumai Bersama Tim Gabungan Perkuat Pendinginan

DUMAI,Suryapublik.com-Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Jalan Parit Tujuh, Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, terus dilakukan. Memasuki hari keempat, Jumat (18/9/2026), tim gabungan masih melaksanakan pemadaman dan pendinginan di lahan yang terbakar.

Karhutla tersebut terjadi pada lahan dengan luas sekitar 1 hektare. Kondisi lahan didominasi sawit dan semak belukar dengan karakteristik tanah gambut.

Komandan Kodim (Dandim) 0320/Dumai Letkol Arm Herman Santoso mengatakan, kegiatan hari keempat difokuskan pada pemadaman titik-titik yang masih mengeluarkan asap sekaligus melakukan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.

“Pendinginan terus kita lakukan untuk memastikan bara api yang masih berada di dalam lahan gambut benar-benar padam. Kita juga melakukan langkah antisipasi agar api tidak kembali meluas,” ujar Letkol Arm Herman Santoso.

Menurutnya, hingga Jumat siang, tidak ditemukan titik api. Namun, sejumlah titik masih mengeluarkan asap sehingga proses pendinginan dan pemantauan tetap dilanjutkan.

“Untuk titik api saat ini nihil, tetapi masih terdapat titik asap. Karena itu personel tetap berada di lokasi dan melakukan pendinginan secara menyeluruh,” katanya.

Dalam penanganan Karhutla tersebut, personel gabungan yang terlibat terdiri dari 12 personel TNI, lima personel Polri, dua personel kelurahan, tiga anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), sembilan personel BPBD, 12 personel Manggala Agni serta lima masyarakat.

Tim juga didukung berbagai peralatan, di antaranya mesin mini striker milik MPA dan TNI, mesin mini BPBD, mesin Robin masyarakat, mesin mini Manggala Agni, satu unit alat berat, 30 rol selang buang, enam selang hisap, delapan nozzle dan satu unit mobil Mitsubishi Triton.

Selain melakukan pemadaman dan pendinginan, tim gabungan juga membuat sekat kanal menggunakan alat berat sebagai salah satu upaya mengendalikan kondisi lahan gambut di sekitar lokasi kebakaran.

Dandim menambahkan, kondisi angin yang cukup kencang menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan di lapangan.

“Kita menghadapi kendala angin yang cukup kencang. Namun kegiatan tetap berlangsung dan personel terus melakukan pemadaman serta pendinginan secara maksimal,” ungkapnya.

Hingga saat ini, dari sekitar 1 hektare lahan yang terbakar, diperkirakan sekitar 0,5 hektare telah berhasil dipadamkan. Sementara itu, penyebab maupun pemilik lahan masih dalam proses penyelidikan.

Dandim mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga lahan, khususnya kawasan gambut, agar tidak terjadi kebakaran yang dapat meluas dan menimbulkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan.

“Pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Segera laporkan apabila menemukan adanya titik api atau asap, sehingga dapat ditangani sedini mungkin,” pungkasnya.

(Angga)