Baliho Wisata Adat Manyilau Kampuang Tegak di Bukittinggi, Dunsanak Kurai Riau–Pekanbaru–Siak Ucapkan Terima Kasih kepada Wali Kota H. Muhammad Ramlan Nurmatias, S.H., Dt. Nan Basa

BUKITTINGGI,surapubik.Com.Baliho besar bertuliskan Wisata Adat Manyilau Kampuang kini tegak berdiri di kawasan Bukittinggi. Kehadiran baliho ini menjadi simbol penyambutan hangat bagi dunsanak Kurai dari rantau Riau—termasuk dari Dumai, Duri, Pekanbaru, dan Siak—yang akan pulang basamo ke ranah Minangkabau pada September 2025.

Acara ini akan dihadiri oleh 101 dunsanak Kurai dari berbagai daerah rantau. Mereka akan mempererat silaturahmi dengan Japuk Adaik Ranah Kurai, yakni Wali Kota Bukittinggi H. Muhammad Ramlan Nurmatias, S.H., Dt. Nan Basa. 03/9/2025.

Tokoh perantau yang tergabung antara lain Feri Harmen ST, MBA (Ketua IKKLJ Duri), H. Agus Ardan (Ketua IKKLJ Dumai), Zulfan Munir, SKM, MS (Ketua IKKP Pekanbaru), serta perwakilan Kurai dari Siak. Hadir pula para pengurus dan jajaran organisasi Kurai dari Dumai, Duri, Pekanbaru, dan Siak, sesepuh yang dituakan di rantau, serta inyik mamak dan bundo kanduang rantau yang akan ikut serta dalam kegiatan adat basamo ini.

“Atas nama dunsanak Kurai di rantau, baik dari Dumai, Duri, Pekanbaru maupun Siak, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wali Kota H. Muhammad Ramlan Nurmatias, S.H., Dt. Nan Basa. Kami datang tidak hanya untuk basamo dalam alek adat, tapi juga untuk manjampui adat dari inyik mamak sampai ke bundo kanduang di Bukittinggi,” ujar salah seorang perwakilan dunsanak rantau.

Selain itu, Pak Wali juga bersemangat mempersiapkan penyambutan besar dengan melibatkan seluruh pejabat pemerintah daerah, mulai dari camat, perangkat OPD, hingga jajaran Pemda Bukittinggi. Tak ketinggalan, niniak mamak Kurai serta bundo kanduang ranah juga akan hadir memeriahkan pertemuan adat ini.

Yang lebih istimewa, hampir 200 pemuda Bukittinggi diarahkan langsung oleh Wali Kota untuk ikut menyemarakkan kegiatan ini. Kehadiran para pemuda ini diharapkan menjadi kekuatan tambahan dalam menjaga marwah adat serta memperkokoh kebersamaan ranah jo rantau.

Rangkaian acara Wisata Adat Manyilau Kampuang akan mencakup pertemuan adat bersama Wali Kota, kurai sehat (senam di Jam Gadang), kurai basirisih atau kurai bersih keliling Kota Bukittinggi, serta pendalaman adat Kurai.

Dengan berdirinya baliho penyambutan ini, semangat dunsanak Kurai dari rantau—termasuk Dumai, Duri, Pekanbaru, dan Siak—ditambah dukungan penuh niniak mamak, bundo kanduang, sesepuh rantau, pengurus organisasi, serta ratusan pemuda Bukittinggi, semakin kuat untuk pulang basamo, mempererat silaturahmi, serta melestarikan adat jo budaya Minangkabau.

(Ria)