DUMAI,Suryapublik.com-Sebagai salah satu kantor dengan penerimaan Bea Keluar terbesar di Indonesia, Bea Cukai Dumai terus memperkuat kualitas pengawasan dan pelayanan, khususnya pada komoditas unggulan yaitu Kelapa Sawit, Crude Palm Oil (CPO), serta produk turunannya.
Dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, Bea Cukai Dumai menyelenggarakan Pelatihan Teknis Pengawasan dan Pelayanan Ekspor Barang Curah yang berlangsung di Aula KPPBC TMP B Dumai pada 23–25 September 2025.
Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh pegawai Bea Cukai Dumai, tetapi juga melibatkan peserta dari Kantor Wilayah DJBC Riau, Kantor Bea Cukai Pekanbaru, dan Kantor Bea Cukai Tembilahan. Hal ini menunjukkan semangat sinergi antarunit DJBC dalam memperkuat kualitas layanan ekspor di wilayah Riau.
Selama pelatihan, peserta mendapat materi langsung dari widyaiswara Pusdiklat Bea Cukai Jakarta, mencakup aspek regulasi, prosedur ekspor, serta teknik pengawasan barang curah. Tidak hanya teori, peserta juga diberikan kesempatan melakukan praktik lapangan dengan menggandeng mitra industri, yaitu PT Kreasijaya Adhikarya dan PT Adhitya Serayakorita, sebagai bagian dari implementasi nyata di lapangan.
Kepala Kantor Bea Cukai Dumai menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya nyata dalam meningkatkan profesionalitas pegawai agar pelayanan ekspor semakin prima dan tepat sasaran.
Melalui pelatihan teknis ini, kami ingin memastikan setiap pegawai memiliki pemahaman yang menyeluruh, baik dari sisi regulasi maupun praktik di lapangan. Dengan begitu, pelayanan ekspor produk sawit dan turunannya bisa semakin optimal, transparan, dan pada akhirnya memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai Bea Cukai di wilayah Kanwil DJBC Riau mampu memberikan pelayanan terbaik, memperkuat pengawasan, serta mendorong kelancaran ekspor produk kelapa sawit yang menjadi salah satu penopang utama penerimaan negara dari sektor nonmigas.(Ria)








