Dumai, Minggu 9 Maret 2025
Keluarga Besar Jambak Riau (KBJR) yang berada di Kota Dumai sukses menggelar acara silaturahmi sekaligus buka puasa bersama pada bulan Ramadan 1446 H/2025 M. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Padang Tarok, Jalan Kartini, Dumai, mulai pukul 17.00 WIB.
Acara ini dihadiri oleh hampir seratus orang, yang terdiri dari
seluruh pengurus DPD dan Ninik mamak Bundo kandung
Sumando pemuda-pemudi Srikandi (PSJ)
anggota KBJR Kota Dumai
Turut hadir dalam acara tersebut, Penasehat sekaligus Ketua Umum KBJR Dumai, Mak Huzaini Alataf Malano Bagading Ameh, beserta jajaran pengurus lainnya, antara lain:
Mak Yanius
Mak Mardi
Mak Marjohan
Bundo Elmadanis
Bundo Umi Fatih
Bundo Asmaiar
Bundo Titin Dona
Mak Mairil (Ketua Pemuda Srikandi)
Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian kegiatan yang meliputi:
Sambutan dari para pengurus dan Ketua KBJR Dumai
Pembacaan ayat suci Al-Qur’an
Tausiyah atau Kultum yang disampaikan oleh Mak Al-Rido
Pembagian santunan kepada sembilan orang anak yatim, yang merupakan anak, cucu, dan keponakan dari keluarga besar Jambak
Program sosial “Srikandi Cinta Peduli Sesama Orang Jambak Empat Jenjang ke-17”, berupa pembagian sembako kepada keluarga Jambak yang membutuhkan, dipimpin langsung oleh Ketua Pemuda Srikandi, Mak Mairil
Dalam sambutannya, Ketua KBJR Mak Huzaini Alataf Datuk Malano Bagading Ameh menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kekompakan keluarga besar Jambak di Kota Dumai.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua Panitia, Bundo Kanduang, pemuda-pemudi, serta semua pihak yang telah berpartisipasi, sehingga acara ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Saya salut dan bangga dengan semangat Ketua Pemuda kita yang luar biasa, selalu tampil di depan pada setiap acara. Ini adalah modal utama dalam menjaga silaturahmi, dari pelantikan hingga kegiatan sosial lainnya. Apalagi kegiatan seperti ini adalah bukti nyata kepedulian pemuda-pemudi Jambak terhadap sesama,” ujar Mak Huzaini.
Beliau juga menambahkan, “Tiada artinya jika tidak ada Bundo kandung dan pemuda dan pemudi yang menjadi motor penggerak di tengah masyarakat. Pemuda adalah penerus kita. Alhamdulillah, dari kesenian Talempong, Sicampo, hingga Rabana yang kita namai Wahhidah Kolbu, terus eksis dan menjadi kebanggaan bersama. Semoga kita selalu kompak, bahu-membahu sesama suku Jambak.”
Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. Suasana penuh kehangatan, gotong royong, dan kekeluargaan begitu terasa, menjadi bukti bahwa pemuda-pemudi Jambak tetap solid dan berperan aktif menjaga adat dan sosial kemasyarakatan.
Rilis/Ria.







