DUMAI, Suryapublik.com-Polemik internal di tubuh Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Dumai kian memanas. Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) GRIB Jaya Dumai, Muhammad Arif, secara tegas menolak kepemimpinan baru di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GRIB Jaya Dumai dan menegaskan tetap berada di bawah komando Agus Tera.
Penolakan tersebut disampaikan bukan tanpa alasan. Muhammad Arif menilai pergantian kepemimpinan yang terjadi tidak melalui mekanisme organisasi yang sah, sehingga berpotensi memicu perpecahan di internal GRIB Jaya Dumai.
“Kami dari SAPMA GRIB Jaya Dumai dengan tegas menolak kepemimpinan baru yang tidak sesuai dengan aturan organisasi. Kami tetap solid dan berada di bawah komando Ketua Agus Tera,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap proses pergantian kepemimpinan harus mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta dilaksanakan secara transparan dan sesuai prosedur yang berlaku.
“Jika tidak melalui mekanisme yang benar, maka hal ini justru akan merusak tatanan organisasi yang selama ini sudah dibangun dengan baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Muhammad Arif menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Agus Tera, GRIB Jaya Dumai telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Struktur organisasi telah terbentuk hingga ke tingkat kecamatan bahkan kelurahan, serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan menjaga kondusivitas daerah.
“Di bawah kepemimpinan Ketua Agus Tera, GRIB Jaya Dumai dikenal aktif dan solid dalam menjaga keamanan serta ketertiban bersama masyarakat. Ini yang harus kita jaga, bukan malah dipicu dengan konflik internal,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh dinamika yang dapat merusak soliditas organisasi.
“Kami mengajak seluruh kader untuk tetap tenang, menjaga kekompakan, dan fokus membesarkan organisasi sesuai dengan aturan yang berlaku,” tutupnya.(Ria)








