Masyarakat Adat Menuntut Hak ke PT. Agrinas Palma Nusantara

DUMAI,Suryapublik.Com-Aksi unjuk rasa digelar oleh sekitar 70 hingga 100 orang masyarakat adat di Kawasan Eks PT Pelintung Jaya Bersama, Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai,yang saat ini dikelola PT Agrinas Palma Nusantara sebagai bagian dari aset sitaan Satgas Pengamanan Kawasan Hutan (PKH) 17/11/2025.

Aksi tersebut berlangsung pada Senin siang selama kurang lebih dua jam, dimulai sekitar pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, dan berjalan tertib dengan pengawalan penuh dari aparat penegak hukum. Para peserta aksi menuntut agar pengelolaan kebun sawit di wilayah tersebut diprioritaskan bagi masyarakat adat tempatan.

Tokoh Pemuda Melayu Dumai, Tengku Dedek Iskandar, bersama Kurniawan Hasan yang turut mendampingi selama aksi berlangsung, menyampaikan sikap tegas masyarakat adat terhadap pengelolaan kebun sawit tersebut.

Kami masyarakat adat tempatan menolak pengelolaan kebun sawit PT Agrinas Palma Nusantara oleh orang luar!” tegas Tengku Dedek dalam orasinya, yang disambut sorakan dukungan dari massa.

Dalam orasi lanjutan, Tengku Dedek menekankan bahwa perjuangan ini bukan bentuk penolakan terhadap program pemerintah, tetapi langkah untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan masyarakat adat. Kurniawan Hasan yang berada di sisi Tengku Dedek selama aksi juga memberikan dukungan moral kepada masyarakat adat yang hadir.

Ia menyatakan bahwa masyarakat adat tetap mendukung program pemerintah melalui PT Agrinas Palma Nusantara, selama pengelolaan lebih mengutamakan masyarakat tempatan. Menurutnya, masyarakat adat memiliki hak historis dan moral untuk mendapatkan kesempatan bekerja dan mengelola lahan di wilayahnya sendiri.

Setelah dari Eks PT Pelintung Jaya Bersama, massa bergerak menuju lokasi kedua, yaitu Eks PT Sinar Riau Palm Oil di Desa Guntung, Kecamatan Medang Kampai. Di lokasi ini, aksi orasi kembali berlangsung dengan damai.

Salah satu peserta aksi juga menyampaikan pesan lantang mengenai hak masyarakat adat untuk hidup layak dan berusaha.

 

Kami anak kemenakan masyarakat adat Bumi Melayu Dumai berhak hidup dan berusaha dengan layak! Kami akan datang lagi dengan massa tiga kali lipat dari hari ini hingga tuntutan kami disetujui,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat adat tetap mendukung kebijakan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang dinilai peduli terhadap masyarakat kecil. Namun mereka berharap agar tidak tersisih di tanah kelahiran sendiri, terutama dalam pengelolaan wilayah adat.

Aksi ini berakhir dengan tertib, dan masyarakat adat menyatakan siap melakukan aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak diakomodasi.

(Ria)