Babinsa Mekar Sari Dampingi Penyaluran Makanan Bergizi Gratis bagi 2.924 Penerima Manfaat di Dumai

DUMAI,Suryapublik.com-Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemenuhan gizi nasional, Babinsa Kelurahan Mekar Sari Koramil 01/Dumai, Serda K.J. Saragih, melaksanakan pendampingan kegiatan Makanan Bergizi Gratis yang digelar Yayasan Kawah Insan Cendikia bersama Badan Gizi Nasional di Kota Dumai, Jumat 27 Februari 2026.

Kegiatan ini menyasar ribuan pelajar serta masyarakat kategori B3 di jajaran Kodim 0320/Dumai. Penyaluran makanan bergizi dilaksanakan di sejumlah sekolah, di antaranya SDN 016 Bukit Timah dengan 436 siswa dan SD 011 Mekar Sari sebanyak 498 siswa.
Selanjutnya, SMP Bazma sebanyak 325 siswa dan SMA Bazma sebanyak 311 siswa turut menerima manfaat program tersebut. Di SMP Hayati, sebanyak 160 siswa juga mendapatkan porsi makanan bergizi.

Untuk jenjang madrasah, pembagian dilakukan di MA Ibadushalihin sebanyak 37 siswa, MTs Ibadushalihin 87 siswa, serta MI Ibadushalihin 346 siswa. Seluruh penerima mendapatkan menu sesuai standar yang telah ditentukan, dan distribusi berjalan tertib dengan melibatkan pihak sekolah serta tim pendukung.

Program ini juga menyasar masyarakat kategori B3 melalui Posyandu Melati, Kamboja 1, Kamboja 2, dan Teratai. Penerima manfaat terdiri dari ibu hamil, balita, ibu menyusui, serta kader posyandu. Total keseluruhan penerima manfaat tercatat sebanyak 2.200 siswa dan 724 penerima B3, sehingga mencapai 2.924 orang.

Menu yang dibagikan meliputi roti, kacang goreng, buah jeruk dan pisang, serta susu kotak. Kegiatan turut dihadiri kepala sekolah, guru, pengurus posyandu, anggota Koramil 01/Dumai, serta perwakilan yayasan.
“Pendampingan ini kami lakukan untuk memastikan program Makanan Bergizi Gratis berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujar Serda K.J. Saragih.

Ia menegaskan, kehadiran TNI merupakan bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan generasi muda.
“Kami berharap program ini dapat membantu meningkatkan gizi anak-anak serta memberikan manfaat nyata bagi ibu dan balita di wilayah binaan,” tuturnya.(Ria)