Dumai,Suryapublik.com-Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Parit Saru, Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, terus dilakukan secara terpadu.
Pada Minggu (6/9/2026), tim gabungan kembali melaksanakan pemadaman dan pendinginan untuk mengendalikan lahan terbakar yang berada di kawasan gambut.
Komandan Kodim (Dandim) 0320/Dumai Letkol Arm Herman Santoso, S.E., S.Hub.Int., M.H.I., mengatakan penanganan Karhutla dilakukan dengan melibatkan personel TNI, Polri, kelurahan, Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD, Basarnas, Manggala Agni serta masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan untuk mempercepat proses pemadaman dan memastikan api tidak kembali muncul.
“Penanganan Karhutla harus dilakukan secara bersama-sama dan terpadu. Seluruh unsur yang terlibat harus bekerja sesuai tugas masing-masing agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lainnya,” ujar Letkol Arm Herman Santoso.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, lahan yang terbakar berada di kawasan dengan jenis lahan sawit, semak belukar dan tanah gambut.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 4 hektare, sementara area yang telah berhasil dipadamkan mencapai sekitar 1,5 hektare.
“Kondisi lahan gambut membutuhkan penanganan dan pendinginan secara maksimal karena api dapat menjalar di bawah permukaan. Karena itu, setelah api berhasil dipadamkan, proses pendinginan tetap harus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran,” kata Dandim 0320/Dumai.
Selain melakukan pemadaman dan pendinginan, tim gabungan juga membuat sekat kanal menggunakan alat berat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengendalikan kondisi lahan sekaligus membantu proses penanganan Karhutla. Hingga pemantauan berlangsung, titik api terpantau nihil, namun masih ditemukan titik asap.
Dandim menegaskan personel di lapangan tetap melakukan pemantauan karena kondisi angin kencang menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Pemantauan secara berkelanjutan diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api di sekitar lokasi.
“Kita tidak boleh lengah meskipun titik api sudah nihil. Dengan masih adanya asap dan kondisi angin yang cukup kencang, personel harus tetap waspada dan memastikan setiap titik yang berpotensi menimbulkan api kembali dapat segera ditangani,” ungkapnya.
(Ria)












