Masyarakat Dumai Sampaikan Surat Terbuka untuk Presiden Terkait Kasus Abdul Wahid

DUMAI,Suryapublik.Com-Aliansi Masyarakat Peduli Hukum dan Keadilan Kota Dumai bersama ratusan massa yang terdiri dari emak-emak, pemuda, serta tokoh masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di area Gelanggang Bukit, tepatnya di depan Ramayana Dumai, sebagai bentuk solidaritas terhadap Gubernur Riau H. Abdul Wahid.(18/11/2025)

Aksi dimulai dengan orasi oleh Koordinator Lapangan Kurnia, yang menyoroti bahwa sudah empat kali Gubernur Riau ditangkap oleh KPK. Ia menilai terdapat banyak kejanggalan dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Abdul Wahid.

Menurut Kurnia, sejumlah pernyataan dalam konferensi pers KPK justru menimbulkan ketidakjelasan, sehingga masyarakat merasa perlu menyuarakan keadilan.
“OTT ini tidak melandaskan kejadian di tempat. OTT itu operasi tangkap tangan, tetapi banyak hal tidak sesuai mekanisme. Karena itu kami turun sebagai bentuk kepedulian terhadap Gubernur Riau,” ujarnya dalam wawancara.Memperkuat suara massa, Ustadz Jefrizar tampil memberikan orasi tegas. Ia menekankan bahwa KPK harus menegakkan keadilan tanpa tebang pilih.
Dalam narasinya, Jefrizar menyampaikan bahwa banyak pihak yang sudah lama berada dalam radar pengawasan KPK, namun tak kunjung ditetapkan sebagai tersangka.
“Kami tidak ingin lembaga anti-rasuah ini menjadi alat kepentingan politik. Keadilan harus ditegakkan untuk semua,” tegasnya.

Aksi juga diwarnai pembacaan puisi oleh perwakilan emak-emak, yang menggambarkan keresahan masyarakat terhadap proses hukum yang dinilai tidak transparan.

Selain itu, massa membacakan surat terbuka untuk Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dibacakan oleh Kurnia, berisi permohonan agar pemerintah pusat meninjau dugaan kejanggalan dalam OTT tersebut dan menjamin proses hukum yang adil bagi Gubernur H. Abdul Wahid.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Jefrizar, memohon agar kebenaran dan keadilan ditegakkan di negeri ini.

Sepanjang aksi, para peserta membawa spanduk, poster, serta seruan moral agar KPK bekerja profesional dan tidak menjadi alat kepentingan pihak tertentu. Unjuk rasa berlangsung tertib dan damai, dan massa membubarkan diri sekitar pukul 10.00 WIB.